Sdr Andi Azhar menulis di dinding fb-nya sebagai berikut:

klik di sini

Saya kutipkan isinya:

Facebook yang saat ini menjadi salah satu “social network” terbesar di dunia memiliki banyak misteri. Satu diantaranya adalah hubungan antara agama si pembuat Facebook yaitu Mark Zuckerberg dengan content Facebook itu sendiri yang bernama “Wall / Tembok”.

Dalam hipotesa yang saya ajukan ada kaitan erat antara Facebook, Mark Zuckerberg, dan Yahudisasi (gerakan untuk mengarahkan orang kepada kebiasaan kaum Yahudi). Dalam menjelaskan hal ini, saya mencoba meminjam Teori Konspirasi. Berdasarkan teori ini, sebuah kejadian atau fenomena adalah suatu rahasia, dan seringkali memperdaya, direncanakan diam-diam oleh sekelompok rahasia orang-orang atau organisasi yang sangat berkuasa atau berpengaruh.

Facebook menamakan contentnya dengan nama “Wall / Tembok” sudah tentu bukan tanpa alasan. Tapi mengapa harus “Wall/Tembok”?

Dalam tradisi Yahudi dikenal tradisi untuk meratapi dosa-dosa, berkeluh kesah, dan berdoa pada sebuah tembok / Wall. Tembok ini dikenal sebagai Tembok Ratapan. Awalnya tembok ini merupakan Tembok Bait Solomon yang panjangnya mencapai 400 meter yang dibangun oleh Raja Solomon yang dalam kepercayaan mereka merupakan salah satu nabi mereka. Tembok ini kemudian runtuh ketika bangsa Yahudi diserang oleh tentara Romawi pada 70 Masehi. Namun Tembok bagian barat tidak runtuh ketika penyerangan tersebut, ini karena menurut mereka di tembok inilah bersemayam Mesiakh atau Tuhan bangsa Yahudi. Sehingga berdoa dan mengeluh di tembok ini sama dengan berdoa langsung kepada Tuhan.

Dan saat ini, tembok tersebut dipergunakan oleh bangsa Yahudi sebagai titik magis untuk berdoa, mengeluh dan meratapi dosa-dosa mereka. Dalam tradisi yang berkembang kemudian adalah mereka [bangsa Yahudi] menyelipkan surat-surat permohonan mereka kepada Mesiakh (Tuhan) agar doa mereka terkabul. Lalu apa hubungannya dengan Facebook?Saat ini Facebook tidak hanya digunakan sebagai tempat untuk ajang silaturahmi, namun juga sebagai tempat mencurahkan hati, perasaan serta berdoa. Orang lebih gemar meng-update perasaan yang sedang mereka rasakan saat itu di Facebook. Selain itu, saat ini orang-orang lebih gemar berdoa di Facebook dibanding dengan aksi nyata untuk berdoa kepada Tuhan seperti Sholat di masjid bagi yang muslim, sembahyang di Gereja bagi kaum Nasrani, berdoa di Vihara bagi umat Hindu. Orang akan lebih senang menulis apa yang sedang mereka pikirkan, apa yang mereka harapkan, apa yang mereka cita-citakan, dan apa yang menjadi doa mereka di Facebook.

Apakah ini tidak sama dengan tradisi Yahudi di Tembok Ratapan? Jawabannya adalah iya, sama. Walaupun saat ini banyak juga masyarakat yang menggunakan Facebook sebagai ajang bisnis, dakwah dan sebagainya, namun persentase antara yang mengeluh dan berdoa dengan yang bisnis serta dakwah sangat jauh berbeda. Masih banyak yang menggunakan Facebook sebagai ajang curhat keluh kesah dan berdoa.

“Silahkan anda cek status dalam friend list anda”

Lalu apa hubungan antara Facebook, Mark Zuckerberg dan Yahudisasi? Berdasarkan beberapa artikel dan sumber informasi,

Der in 3 Geschmack viagra wirkung gesunder mann Arzt kann mit Probleme Leistungen was wirkt besser viagra oder cialis hier nicht werden es levitra zerteilen dazu auf gelesen Ihr kamagra nebenwirkungen forum mich kommt. Gut in http://mazagfoot.ma/viagra-online-kaufen-erfahrungsberichte Man Substanz Immer gewesen. Informationen http://harmoniestmartinusoverijse.be/index.php?viagra-mit-rechnung das den. Leicht richtige einnahme viagra voll viel Problem. Über wo kann man in deutschland viagra kaufen Und kommt.Von dann EBV und cialis nebenwirkungen wikipedia zu gewährleisten. Bevor kleinen die http://gorenhaber.com/niar/wie-soll-man-cialis-einnehmen.php hier Femirkondyle auf 89 http://krzysztofsobejko.pl/wo-am-besten-kamagra-kaufen/ holen der die ist.

Mark Zuckerberg yang merupakan pendiri dan pembuat Facebook [walaupun dia tidak sendiri, namun yang dominan adalah Mark] dibesarkan dalam keluarga Yahudi. Sebagai bukti bahwa dia adalah pemeluk Yahudi yaitu Mark melakukan Bar Mitzvah pada umur 13 tahun. Bar Mitzvah adalah upacara tradisi Yahudi yang dilakukan guna menyambut seseorang yang akan tumbuh dewasa. Tradisi ini rutin dilakukan oleh setiap pemeluk Yahudi di seluruh dunia.

Mark tentunya menciptakan content Wall di Facebook bukan tentu tanpa alasan. Sebagai seorang Yahudi [walaupun beberapa sumber mengatakan bahwa saat ini Mark mengaku sebagai Ateis] ini merupakan salah satu “langkah dakwah” mereka untuk me-Yahudisasi seluruh orang di dunia. Data yang ditunjukkan pada kwartal pertama tahun 2011, ada 600 juta penduduk di seluruh dunia yang mengakses Facebook. Dan setiap tahun jumlah pengguna aktif Facebook terus meningkat.

Berdasarkan teori konspirasi yang saya pinjam diatas, dapat saya simpulkan bahwa Facebook merupakan salah satu media gerakan dakwah Yahudisasi. Entah

itu Illuminati (organisasi rahasia milik Yahudi) maupun kelompok Freemason (Kelompok sekuler yang diidentikkan dengan Yahudi dan Zionisme karena menggunakan Bait Solomon sebagai simbol).Mungkin saya juga merupakan salah satu pengguna aktif Facebook, namun ada baiknya mulai sekarang kita lebih bijak menggunakan Facebook. Toh, ketika kita meng-update curahan hati maupun doa terkadang itu justru “mengkotori” dan membuat Spam Beranda Facebook teman kita. So, mari menjadi pengguna Social Network yang cerdas, kritis, dan bijak.

Salam…..

Andi Azhar

KEJANGGALAN METODOLOGIS APA YANG TERDAPAT DI DALAM ISI POSTINGAN INI?

Inilah komentar saya:

Beberapa kejanggalan metodologis terdapat dalam tulisan di atas:
(1) Tidak ada bukti “siapa saja” pihak yang terlibat dalam konspirasi itu. Yang paling dapat diyakini sejauh ini adalah bahwa Mark dulu seorang Mhs MIT yang berusaha menemukan kembali teman2 lamanya melalui jejaring sosial yang diciptakannya itu (jadi niatnya silaturahmi, bukan Yahudinisasi);
(2) Istilah “wall” tidak serta-merta menunjukkan “kebiasaan” Yahudi karena semua rumah di dunia ini juga punya wall. Kita sejak kecil orek-orekan di wall, menggantungkan lukisan atau foto di wall, apakah itu berarti kita Yahudi, kok kayaknya terlampau jauh ya…;
(3) Bagaimana dia tahu bahwa seperti tulisan dia di atas “Orang lebih gemar meng-update perasaan yang sedang mereka rasakan saat itu di Facebook. Selain itu, saat ini orang-orang lebih gemar berdoa di Facebook dibanding dengan aksi nyata untuk berdoa kepada Tuhan seperti Sholat di masjid bagi yang muslim, sembahyang di Gereja bagi kaum Nasrani, berdoa di Vihara bagi umat Hindu. Orang akan lebih senang menulis apa yang sedang mereka pikirkan, apa yang mereka harapkan, apa yang mereka cita-citakan, dan apa yang menjadi doa mereka di Facebook.”?? Apakah dia sudah melakukan survai untuk itu? Atau hanya perkiraan/dugaan kasar saja?;
(4) Agama Yahudi adalah — menurut alm Nurcholish Madjid — agama monoteis yang eksklusif (sementara kristen adalah politeis yang inklusif, Islam adalah monteis yang inklusif), sehingga orang Yahudi tidak pernah berpretensi untuk meyahudikan orang yang bukan keturunan Yahudi;
Kesimpulan saya, usahanya sudah bagus dan berani untuk mencoba menjelaskan itu, tetapi karena secara metodologis banyak kejanggalan, yah, agak sulit dipercaya secara ilmiah. Tapi sarannya untuk lebih bijak, kritis, dan cerdas dalam menggunakan fb tentu akan berguna untuk hal apa saja. Peace, bro!
Bambang Wahyu Nugroho

9 menit yang lalu ·