Mohon untuk tidak mengupload file materi perkuliahan yang berbentuk pdf, ppt, doc, xls ke Blog Staff UMY -- Silahkan upload file-file tersebut ke E-Learning Artikel | Bambang Wahyu Nugroho

Artikel

Adakah hirarki dalam Hubungan Internasional?
Mengulas buku “Hierarchy in International Relations” karya David A. Lake

Diterjemahkan dan diedit oleh Bambang Wahyu Nugroho


Professor Lake, mari kita perbincangkan karya Anda baru-baru ini tentang hirarki. Anda tengah meminta para mahasiswa HI untuk menantang model legal-formal yang lama yang menyatakan bahwa kewenangan yang sah terletak di dalam negara, sedangkan di luar negara tidak terdapat kewenangan yang sah, sehingga dengan demikian bersifat anarkis. Anda menegaskan bahwa kita harus melihat pada hubungan antaraktor sebagai hal yang berlangsung di dalam kontinum kewenangan relasional. Saya selalu berharap agar Anda dapat menceritakan kepada kami tentang bagaimana usulan ini dapat menggantikan cara memahami politik dunia bagi para mahasiswa.

Ini merupakan pertanyaan yang bagus terhadap karya saya tentang hirarki. Pertama, saya pikir pendekatan tradisional ini, yakni cara berpikir tentang variasi hirarki dalam sistem internasional, benar-benar me-negasi-kan fokus terhadap politik dunia itu sendiri. Itu menunjukkan bahwa politik dunia betul-betul bukan area penyelidikan yang terpisah, tetapi merupakan bagian dan petak dari politik secara umum. Padahal ada elemen-elemen hirarki di dalam hubungan internasional, dan hal ini melarutkan pembagian antara politik domestik dan internasional. Sekali saja Anda membuka pintu dan berjalan melaluinya, perbedaan antara arena-arena ini benar-benar membaur berbarengan. Proses-proses yang sama yang memberi kita politik domestik di dalam wilayah yang “lebih hirarkis” ini harus kita temukan di dalam politik internasional. Tidak harus persis sama, tetapi dapat dimodifikasi bergantung pada variabel-variabel lain di lingkungan tersebut; kita ingin melihat variasi yang lebih subtil (lembut) daripada yang telah kita ketahui di masa lampau. Pada saat yang sama, hal ini menantang para sarjana yang berkarya tentang politik domestik. Apa yang membuat hirarki tegak di dalam suatu negara? Kita tinggal terima bahwa itu disebabkan oleh konstitusi. Tetapi sebetulnya konstitusi itu menjadi tidak lebih dari kesepakatan anarkis, bukan? Siapa yang bisa memaksakannya? Secara internasional, tak seorang pun yang dapat memaksakannya, dan semua pihak terikat pada konstitusi itu sepanjang mereka dapat menerima aturan-aturan di dalamnya. Pada kedua belah pihak hal itu mencabik-cabik garis pembagi antara apa yang selama ini dipahami sebagai politik domestik dan politik internasional.
Selain itu, pemahaman akan hirarki mempengaruhi cara kita berpikir tentang politik dunia yakni bahwa kedaulatan menjadi sebuah variabel. Semua negara yang hari ini diakui memiliki sejumlah kualitas atau kuantitas kedaulatan, namun kedaulatan itu sangat bervariasi dan, saya pikir, dengan cara-cara yang agak kurang diharapkan. Semakin banyak isu yang diatur oleh negara, semakin besarlah kedaulatannya. Semakin banyak isu yang diragulasikan suatu negara untuk negara lainnya, maka semakin hirarkis-lah hubungannya. Hal ini menjadi sebuah kontinum, bukan hanya kondisi tunggal yang kita anggap mutlak, dan hal ini mengubah cara lama kita dalam memikirkan tentang kedaulatan.
Akhirnya, hal ini membuka permasalahan tentang bagaimana variasi ini terjadi: Bagaimana variasi itu penting bagi pengambilan kebijakan? Bagaimana variasi itu membantu kita dalam menjelaskan HI? Variasi itu menjadi penting. Dalam buku saya ‘Hierarchy in International Relations’, saya mencoba menunjukkan bahwa negara yang disubordinasi membelanjakan lebih sedikit untuk anggaran pertahanan, mereka lebih banyak berdagang dengan negara tersubordinasi lainnya, mereka lebih suka bergabung dengan negara dominan dalam sebuah koalisi multilateral, dan seterusnya. Negara-negara dominan, pada gilirannya, lebih suka memberi bantuan ketika negara yang tersubordinasi mengalami krisis, mereka kurang suka menyalahgunakan wewenang yang telah mereka dapatkan itu. Hirarki menciptakan dinamika yang sangat berbeda dalam hubungan antarnegara dan di dalam sistem yang di masa lampau belum kita apresiasi. ***

Informasi Pendaftaran Mahasiswa Baru UMY

© 2016 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta | Created by Biro Sistem Informasi UMY