Mohon untuk tidak mengupload file materi perkuliahan yang berbentuk pdf, ppt, doc, xls ke Blog Staff UMY -- Silahkan upload file-file tersebut ke E-Learning Soal-soal Resmi untuk Latihan UAS | Bambang Wahyu Nugroho

Soal-soal Resmi untuk Latihan UAS

Catatan: Pada soal yang sesungguhnya digunakan untuk UAS, nomor soal dan urutan alternatif jawaban tiap soal dapat berubah!

 

  • Pernyataan mana yang BETUL mengenai memeringkat (menstratifikasi) populasi sebelum memetik sampel?
    • Memeringkat populasi sebelum memetik sampel merupakan alternatif atas sampling acak maupun sampling sistematis.
    • Memeringkat populasi sebelum memetik sampel menghapuskan kebutuhan akan sampling acak sederhana
    • Memeringkat populasi sebelum memetik sampel merupakan tindakan yang paling berguna dalam mempelajari populasi yang homogen (serbasama)
    • Memeringkat populasi sebelum memetik sampel menghapuskan kebutuhan akan sampling probabilistik
    • Semua pernyataan di atas KELIRU.
  • Anda sedang melakukan penelitian terhadap civitas academica UMY, baik para pegawai, dosen, pimpinan, maupun mahasiswa. Anda ingin memastikan bahwa Anda dapat memetik sampel yang berkaitan dengan setiap kategori personil tersebut. Anda ingin menggunakan sampling probabilistik. Strategi yang tepat yakni:
    • Sampling kebetulan (accidental sampling)
    • Sampling berkelompok (cluster sampling).
    • Sampling berundak (stratified sampling).
    • Sanmpling acak sederhana (simple random sampling).
    • Sampling kuota (quota sampling).
  • Deskripsi ringkas sebuah variabel di dalam suatu sampel disebut sebagai:
    • statistik.
    • interval keyakinan.
    • variabel.
    • parameter.
    • tingkat keyakinan.
  • Ulfa menghitung bahwa usia rata-rata (mean)dari semua mahasiswa di UMY, yang merupakan populasi risetnya, adalah 22,3 tahun. Angka ini disebut:
    • interval keyakinan.
    • inferensi.
    • parameter.
    • tingkat keyakinan.
    • statistik.
  • Pemeringkatan (stratification) didasarkan atas asas yang mana?
    • Semakin besar proporsi dari populasi yang diseleksi, semakin kecil error-nya.
    • Sampel yang besar menghasilkan sampling error yang lebih kecil.
    • Mempertimbangkan adanya sub-kelompok merupakan hal penting dalam mengenali ciri-ciri kelompok utama.
    • Populasi yang homogen (serbasama) menghasilkan sampel dengan sampling error yang lebih kecil.
    • Lebih baik memilih sampel ganda dengan jumlah kecil ketimbang hanya satu sampel berjumlah besar.
  • Eva mengambil sampel 25 anggota di dalam komunitas pengajiannya dengan memetik anggotanya bernomor kelipatan lima. Ada 200 anggota di komunitas pengajian itu. Berapa rasio samplingnya?
    • 5
    • 0,5
    • 0,125
    • 200
    • 0,25
  • Di dalam proyek risetnya, Bramantyo ingin mempelajari proses-proses yang terlibat dalam keluarga yang mengangkat anak. Dia memulai dengan mewawancarai pasangan suami-isteri yang pernah mengangkat anak, dan kemudian pada gilirannya, mereka memberi info nama-nama pasangan suami-isteri lain yang juga mengangkat anak. Proses yang ditempuh Bramantyo dalam memetik sampelnya itu disebut:
    • Sampling kuota (quota sampling).
    • Sampling sistematis (systematic sampling).
    • Sampling nyaman (convenient sampling).
    • Sampling bertendensi (judgmental sampling).
    • Sampling “bola salju (snowball sampling).
  • Di dalam sampling probabilistik, sampling errormaksimumnya bergantung pada:
    • keberagaman populasi.
    • tingkat keyakinan.
    • ukuran sampel.
    • hanya ukuran sampel dan tingkat keyakinan.
    • semua pilihan di atas BETUL.
  • Tanpa secara acak memberi tahu orang-orang yang menjadi anggota kelompok eksperimen, seorang peneliti menguji stimulus eksperimental pada kelompok eksperimen dan kemudian mengukur variabel dependen di kedua kelompok (kelompok eksperimental dan kelompok pembanding). Desain ini dikenal sebagai:
    • studi kasus sekali pukul (one-shot).
    • desain pretes–postes satu kelompok.
    • desain eksperimental klasik.
    • desain kelompok kontrol dengan hanya menerapkan postes.
    • desain kelompok statik.
  • Desain Pra-eksperimen adalah:
    • Pengendalian terhadap sebagian besar sumber validitas internal.
    • Pengendalian terhadap sebagian besar validitas eksternal.
    • Desain yang lemah untuk menentukan kausalitas.
    • Sangat direkomendasikan oleh Campbell dan Stanley.
    • Sangat unggul untuk menarik kesimpulan (inferensi) kausal.
  • Seorang peneliti mengelola tes matematika untuk siswa kelas 9 di bulan September. Selama belajarnya di sekolah itu para siswa menerima program intensif yang dirancang untuk meningkatkan ketrampilan matematikanya. Di bulan Mei tahun berikutnya, tes matematika diadakan lagi dan didapati bahwa nilai matematika mereka meningkat. Masalah utama di dalam riset yakni bahwa sang peneliti gagal mengendalikan:
    • Ujian matematikanya.
    • Bisa seleksinya.
    • Kematangan siswanya.
    • Sejarah pembelajaran siswanya.
    • Semua pilihan di atas BETUL.
  • Perbedaan antara kelompok eksperimental (KE) dan kelompok pembanding (control group – KP) yakni:
    • KP menerima variabel independen sedangkan KE tidak.
    • KE menerima variabel dependen sedangkan KP tidak.
    • KE menerima variabel independen sedangkan KP tidak.
    • KP menerima variabel dependen sedangkan KE tidak.
    • Tidak ada pilihan di atas yang BETUL.
  • Fariz melakukan percobaan terhadap siswa-siswa di sebuah ruangan kelas. Dia mengukur tingkat keresahan mereka di hari Senin, dan secara acak memilih separuh di antara mereka untuk diajari yoga (supaya lebih tenang) pada hari Rabu, dan mengukur lagi keresahan mereka di hari Sabtu. Separuh siswa yang tidak diajari yoga dikenal sebagai:
    • Postes.
    • Variabel independen.
    • Kelompok eksperimental.
    • Pretes.
    • Kelompok pembanding (control group).
  • Fariz melakukan percobaan terhadap siswa-siswa di sebuah ruangan kelas. Dia mengukur tingkat keresahan mereka di hari Senin, dan secara acak memilih separuh di antara mereka untuk diajari yoga (supaya lebih tenang) pada hari Rabu, dan mengukur lagi keresahan mereka di hari Sabtu. Mengukur keresahan siswa di hari Sabtu itu disebut sebagai:
    • Variabel kontrol.
    • Postes.
    • Petes.
    • Variabel independen.
    • Kelompok eksperimental.
  • Amelia menggunakan daftar siswa di sekolahnya untuk memilih secara acak 100 siswa yang akan digunakannya sebagai percobaan pengambilan keputusan. Dia kemudian menggunakan matriks kuota yang memuat variabel-variabel yang dirasanya mempengaruhi pembuatan keputusan, dan meminta siswa yang termasuk di dalam setiap sel matriksnya membagi diri ke dalam kelompok eksperimental dan kelompok pembanding. Disebut metode apa ketika meminta orang-orang untuk menjadi anggota kelompok eksperimental dan kelompok pembanding ini?
    • Pengacakan (randomization)
    • Pencocokan/penjodohan (matching)
    • Pemilihan acak sederhana
    • sampling probabilitas
    • sampling nonprobabilitas
  • Agus melakukan eksperimen di sebuah barak militer selama beberapa bulan untuk mengamati efek dari jumlah anggota kelompok terhadap keberanian kelompok. Dia secara acak meminta tentara yang ditelitinya menjadi kelompok eksperimen dan kelompok pembanding serta melakukan pretes dan postes terhadap mereka. Pada saat mengerjakan postes, beberapa tentara menyadari bahwa mereka mendapatkan pertanyaan yang sama dengan sewaktu pretes dan mereka pun memberikan jawaban yang sama sekalipun mungkin keberaniannya sudah berubah. Sumber ketidaksahan (invaliditas) internal yang mana yang tercermin dalam contoh ini?
    • Instrumentasi
    • Sejarah
    • Kematangan
    • Testing
    • Mortalitas
  • Peristiwa hilangnya para subyek selama rentang waktu eksperimen disebut:
    • Regresi statistik
    • Testing
    • Mortalitas
    • Kematangan
    • Sejarah
  • Sebuah eksperimen di mana baik dokter maupun subyek penelitian tidak ada yang tahu siapa yang menerima vaksin betulan atau vaksin pura-pura disebut:
    • Eksperimen aman.
    • Eksperimen double-blind.
    • Eksperimen non-confounding (tak membaur).
    • Eksperimen post hoc (setelah kejadian).
    • Eksperimen sejati.
  • Dalam penelitian survai, salah satu kemampuan alami yang sangat penting untuk menjadi pewawancara yang baik adalah kemampuan untuk:
    • Menentukan dengan sangat cepat jenis orang yang paling memberi rasa nyaman bagi responden.
    • Berbusana yang paling membuat responden merasa nyaman diwawancarai.
    • Membongkar kehidupan pribadi responden.
    • Mengantisipasi tanggapan responden.
    • Mengungkapkan kembali pertanyaan-pertanyaan dengan kata-katanya sendiri yang disesuaikan untuk responden yang berbeda-beda.
  • Survai dengan wawancara memiliki sejumlah kelebihan dibandingkan dengan survai dengan surat; yang mana yang TIDAK termasuk kelebihan itu?
    • Umumnya lebih sedikit yang menjawab “tidak tahu” atau “tidak ada jawaban”
    • Terdapat jumlah lebih kecil jawaban responden yang relevan dengan pertanyaannya.
    • Angka tanggapannya lebih tinggi.
    • Dapat dibuat sebuah pengamatan.
    • Semua pilihan di atas menggambarkan kelebihan wawancara
  • Menanyai responden dengan kalimat “Apakah anak Anda kuliah?” setelah responden menginformasikan bahwa dia tidak punya anak, berarti pewawancara melanggar kriteria konstruksi kuesioner yang mana?
    • Menghindari item pertanyaan negatif.
    • Pertanyaan seharusnya relevan.
    • Pertanyaan berganda (double-barreled questions).
    • Pertanyaan seharusnya berujung terbuka (open-ended).
    • Menghindari item pertanyaan yang menyimpang.
  • Format terbaik untuk mencatat tanggapan terhadap item pertanyaan yakni:
    • Menggarisbawahi.
    • Membuat spasi kosong.
    • melingkari.
    • Membuat tanda kotak (persegi)
    • Tidak ada format terbaik.
  • Bambang menggunakan pertanyaan ini ketika mensurvai mahasiswa: “Akan Anda apakan klaim asuransi sosial Anda setelah Anda pensiun kelak?” Kelemahan utama pertanyaan itu yakni:
    • Responden tidak berkompeten menjawabnya.
    • Pertanyaan itu bias (menyimpang).
    • Pertanyaan itu berganda (double-barreled).
    • Topiknya tak relevan.
    • Pertanyaannya terlampau panjang.
  • Menghadapi isu-isu yang peka atau rumit, yang mana yang seharusnya dilakukan?
    • Menggunakan wawancara untuk keduanya.
    • Menggunakan kuesioner yang dirancang sendiri oleh responden (self-administered questionnaires) untuk isu rumit dan wawancara untuk isu peka .
    • Menggunakan self-administered questionnaires untuk isu peka dan wawancara untuk isu rumit.
    • Menggunakan kuesioner untuk keduanya.
    • Penggunaan baik kuesioner maupun wawancara bergantung kaitan antara apakah pewawancara mampu mengarahkan orang yang diwawacarai.
  • Menurut P.T. STAR Online Survey, pernyataan yang mana berikut ini yang umumnya TIDAK dapat diterima dalam survai online?
    • Menawarkan apakah responden ingin berbagi hasil survai itu.
    • Menggunakan bahasa yang datar dan sederhana.
    • Menggunakan batasan waktu pengisian 30 menit.
    • Mewaspadai keterbatasan teknis.
    • Tidak memaksa responden untuk menggulung layar ke bawah (scroll down).
  • Profesor Bambang Nugroho ingin menyelenggarakan sesi pelatihan bagi pewawancara baru yang akan mengerjakan proyek survainya. Dia menanyai Anda untuk meninjau-ulang (review) terhadap perencanaan sesi pelatihannya tersebut. Setelah selesai me­review, Anda harus bilang padanya agar menghilangkan ________ dari sesi pelatihan itu.
    • Sesi praktik wawancara di mana para pewawancara secara bergantian saling mewawancarai temannya.
    • Sesi deskripsi tentang tujuan penelitian
    • Sesi diskusi mengenai spesifikasi tugas pewawancara
    • Sesi praktik wawancara terhadap responden yang telah dipilihkan profesor Bambang Nugroho bagi para pewawancara baru itu.
    • tak satu pun dari apa saja sesi-sesi yang telah dirancangnya
  • Di antara kelebihan penelitian lapangan (field research) yakni:
    • Melibatkan alat ukur tunggal berupa definisi operasional yang tepat.
    • Menghasilkan pernyataan deskriptif yang tepat tentang populasi yang besar.
    • Menghasilkan kesimpulan yang definitif.
    • Merupakan teknik yang sangat andal.
    • Memungkinkan adanya modifikasi desain riset di lapangan.
  • Kelompok penelitian FRESH Club Fisipol UMY tertarik akan adanya minat siswa Muslim berkuliah di Universitas Sanata Dharma (yang nota bene perguruan tinggi non-Islam). Peneliti FRESH Club itu mewawancarai siswa Muslim di 4 SMA yang berbeda untuk mempelajari apakah interaksinya dengan orang tua di rumah dan lingkungan pergaulannya mempengaruhi minatnya untuk studi di perguruan tinggi non-Islam. Setelah mewawancarai mereka, kemudian para peneliti mewawancarai siswa SMA yang beragama non-Muslim, pegawai di sekolah tersebut, guru BP, para guru, orang tua, dan anggota Komite Sekolah di keempat SMA tersebut. Dengan demikian FRESH Club itu melakukan pendekatan:
    • Etnografi
    • Studi kasus
    • Riset Tindakan Partisipatoris
    • Etnografi kelembagaan (institutional ethnography)
    • etnometodologi
  • Diana ingin meneliti tentang gejala kekerasan di dalam rumah tangga (KDRT), khususnya terhadap perempuan. Dia kemudian memasuki tempat penampungan perempuan korban KDRT dan tinggal bersama mereka untuk sepenuhnya mempelajari pandangan para perempuan tersebut. Dia ingin menuliskan deskripsi rinci dan akurat tentang mereka. Pendekatan yang mana yang merupakan uraian terbaik dari paradigma riset yang digunakan oleh Diana?
    • Etnografi kelembagaan (institutional ethnography)
    • Riset tindakan partisipatoris (participatory action research)
    • Naturalis
    • Grounded
    • Etnometodologi
  • Menurut Kvale, dalam sebuah proses wawancara yang lengkap, seorang peneliti akan melakukan:
    • Tematisasi.
    • Verifikasi.
    • Penyalinan (transkripsi).
    • Kegiatan mendesain.
    • Semua pilihan di atas BETUL.
  • Pernyataan mana yang KELIRU mengenai qualitative field research(riset lapangan kualitatif)?
    • Penelitian lapangan sebaiknya dilakukan untuk mempelajari perilaku dalam kondisi alamiahnya.
    • Penelitian lapangan sebaiknya dilakukan untuk analisis kuantitatif.
    • Penelitian lapangan sebaiknya dilakukan untuk mempelajari sikap dalam kondisi alamiah.
    • Penelitian lapangan sebaiknya dilakukan untuk mempelajari proses-proses sosial sepanjang waktu.
    • Semua pilihan di atas, BETUL.
  • Siti meneliti para ibu yang baru saja punya anak untuk mempelajari bagaimana mereka melakukan peran barunya sebagai ibu. Dia mencari pola, tema, dan kategori-kategori di dalam pengamatannya, mengikuti serangkaian prosedur yang sistematis. Pendekatan apa yang digunakannya?
    • Metode kasus yang diperluas (extended case method)
    • Studi kasus (case study)
    • Grounded
    • Riset aksi partisipatif (participatory action approach)
    • Etnometodologi
  • Pradipta meneliti tunawisma dan mulai melayani mereka sebagai sumber yang menyediakan kontak-kontak layanan sosial. Para tunawisma yang ditelitinya mendefinisikan masalah mereka sendiri, menentukan sendiri perbaikan apa yang mesti dilakukan, dan membantu mendesain riset yang akan dapat membantu mereka merealisasikan tujuannya. Paradigma yang mana yang digunakan oleh Pradipta?
    • Studi kasus (case study)
    • Riset tindakan partisipatoris (participatory action research)
    • naturalisme
    • etnografi kelembagaan (institutional ethnography)
    • etnografi
  • Dalam hal para anggota “Geng Motor” tidak tahu (tidak menyadari) bahwa sikap dan tingkah-laku mereka tengah diamati oleh intelijen polisi, maka metode pengamatan yang dilakukan oleh intel itu disebut considered ________.
    • Rumit
    • Sederhana
    • Natural
    • Reaktif
    • Non-reaktif
  • Heri, seorang etnografer (ahli etnografi), tinggal bersama para tunawisma di bantaran sungai Code Yogyakarta selama setahun, dan telah menuliskan buku hasil pengamatannya itu. Berdasarkan pengalamannya memperhatikan bahwa para tunawisma saling bergotong-royong, dia menyimpulkan bahwa semua kaum tunawisma suka bergotong-royong. Ketika menyatakan kesimpulannya ini, Heri melakukan kesalahan (fallacy) yang disebut:
    • Kekeliruan lingkungan (ecological fallacy).
    • Kekeliruan kelompok (group fallacy).
    • Kekeliruan etnografis (ethnographic fallacy).
    • Kekeliruan agregat (aggregate fallacy).
    • Kekeliruan perseorangan (individual fallacy).
  • Dalam sebuah focus group, biasanya ________ orang dikumpulkan bersama-sama dalam sebuah ruangan yang nyaman untuk dilibatkan dalam sebuah wawancara terpandu mengenai sejumlah topik. Orang-orang tersebut dipilih berdasarkan relevansinya dengan topik yang sedang diteliti.
    • 15-25
    • 5-15
    • 25-50
    • 1-5
    • Tidak ada batasan seberapa banyak orang yang akan dikumpulkan dalam kelompok fokus tersebut.
  • Model yang mana berikut ini yang TIDAK mensyaratkan peneliti untuk mencampuri hingga batas tertentu kehidupan subyek yang ditelitinya?
    • Eksperimen
    • Survai
    • Pengamatan partisipatif lengkap
    • Observasi lengkap
    • Semua pilihan di atas mensyaratkan peneliti untuk mencampuri hingga batas tertentu kehidupan subyek yang ditelitinya.
  • Setelah memeriksa catatan kepolisian dalam kurun 30 tahun terakhir, Professor Tulus menyatakan bahwa kejadian pemerkosaan meningkat. Setelah memeriksa laporan yang sama, Professor Bambang menyatakan bahwa laporan kejadian pemerkosaan yang meningkat, bukan insiden pemerkosaannya. Hal ini menggambarkan:
    • pra-testing.
    • Kebutuhan untuk mereplikasi data statistik.
    • Masalah reliability dalam penggunaan data statistik.
    • ecological fallacy.
    • Masalah validitas dalam penggunaan data statistik.
  • Fauzi mengembangkan model-model konseptual dari struktur keluarga yang ditemukannya di berbagai dasawarsa, dan model-model ini disusun dari ciri-ciri esensial struktur keluarga. Fauzi sedang melakukan penelitian:
    • Analisis komparatif.
    • Verstehen (pemahaman).
    • Analisis muatan (content analysis).
    • Tipe ideal.
    • Corroboration (pembenaran)
  • Aisyah melakukan content analysisterhadap notulensi rapat dari suatu Komite Sekolah untuk mencari hal apa yang paling berpengaruh yang menjadi perhatian Komite itu. Dia mengembangkan hipotesis awal bahwa soal keuangan lah yang paling penting, namun kemudian dia mencari data yang bertentanga dengan hipotesis awalnya itu. Proses ini dikenal sebagai:
    • Deduksi sistematis.
    • Corroboration.
    • Deduksi analitis.
    • Induksi analitis.
    • Reduksi sistematis.
  • Content analysistidak tepat untuk menganalisis:
    • Buku harian.
    • Pesan elektronik.
    • Mengevaluasi data sensus.
    • Majalah.
    • Iklan lowongan.
  • Sampling jenis apa yang dapat digunakan dalam content analysis?
    • sederhana
    • bertingkat (stratified)
    • acak (random)
    • Tak satu pun pilihan a, b, c di atas dapat digunakan .
    • Semua pilihan a, b, c di atas dapat digunakan.
  • Dalam menjalankan riset content analysis, isu-isu etik dapat muncul dari:
    • Melindungi privacy orang atau organisasi yang dianalisis.
    • Kegiatan menganalisis data.
    • Bagaimana mengumpulkan data, dan melindungi privacy orang atau organisasi yang dianalisis.
    • Bagaimana mengumpulkan data.
    • Semua pilihan di atas
  • Selama 15 tahun terakhir, Yeni melacak angka pernikahan dan perceraian di Indonesia. Yeni melakukan:
    • Riset logistikal.
    • Riset monitoring.
    • Analisis untung-rugi.
    • Penilaian kebutuhan (need assessment).
    • Tak satu pun pilihan di sini yang BETUL.
  • Alex ingin meneliti dampak dari penerapan peraturan baru tentang sabuk keselamatan untuk pengendara/penumpang mobil. Melakukannya dengan membandingkan angka kematian akibat kecelakaan mobil sebelum dan sesudah aturan baru itu diterapkan. Dia melakukan hal ini di berbagai propinsi dan membandingkan antara propinsi yang menerapkan dan yang tidak menerapkan peraturan tersebut untuk mendapatkan pemahaman yang lebih jelas mengenai dampak peraturan baru itu. Desain mana yang digunakannya?
    • Analisis biaya–hasil (cost-benefit analysis)
    • Desain rangkaian waktu berganda (a multiple time-series design)
    • Desain longitudinal
    • Desain eksperimental sejati
    • Desain survai
  • Bambang melakukan riset evaluasi mengenai dampak dari program sepulang sekolah (after-school programs) terhadap angka kenakalan anak sekolah pra-remaja. Sebagai bagian dari penelitiannya, dia memeriksa perubahan dari ketersediaan after-school programsdi luar sekolah dan juga perubahan-perubahan dalam penegakan sanksi terhadap kenakalan pelajar. Analisis terhadap faktor yang berada di luar riset evaluasi spesifiknya ini disebut:
    • Melakukan analisis rangkaian waktru (time-series analysis).
    • Melakukan riset biaya–hasil (cost-benefit).
    • Melakukan riset indikator sosial.
    • Melakukan riset lapangan (field research).
    • Mengukur konteks eksperimental.
  • Wahyu melakukan riset evaluasi mengenai dampak dari program sepulang sekolah (after-school programs) di dalam sekolah itu terhadap angka kenakalan anak sekolah pra-remaja. Dia secara berhati-hati mengidentifikasikan apa yang dimakdsudnya dengan after-school programs itu. Sebagai bagian dari penelitiannya, dia memeriksa perubahan dari ketersediaan after-school programs di luar sekolah dan juga perubahan-perubahan dalam penegakan sanksi terhadap kenakalan pelajar. Perhatiannya yang berhati-hati dalam mengidentifikasi apa yang dimaksudnya dengan after-school programsmencerminkan:
    • Analisis biaya–hasil (cost-benefit analysis).
    • Menspesifikasi populasi.
    • Menspesifikasi intervensi.
    • Memverfikasi validitas (verifying validity)
    • Analisis rangkaian waktu (time-series analysis).
  • Nugroho melakukan riset evaluasi mengenai dampak dari program sepulang sekolah (after-school programs) di dalam sekolah itu terhadap angka kenakalan anak sekolah pra-remaja. Dia secara berhati-hati mengidentifikasikan apa yang dimakdsudnya dengan after-school programsitu. Dia juga berhati-hati dalam mengidentifikasi anak-anak sekolah yang mendapatkan program

    tersebut. Menspesifikasi untuk siapa program itu tepat dilakukan, dikenal dengan:

    • Validitas verifikasi (verifying validity).
    • Riset indikator sosial.
    • Sebuah variabel tanggapan.
    • Menspesifikasi populasi.
    • Analisis biaya–hasil (cost-benefit analysis).
  • Dengan berakhirnya sebuah riset evaluasi terhadap keluaran (outcome evaluation), para peneliti harus dapat:
    • Memberi saran mengenai cara-cara supaya program seperti yang ditelitinya lebih baik dilakukan bersama-sama.
    • Menentukan ongkos spesifik yang dikeluarkan selama pelaksanaan program tersebut.
    • Menjawab pertanyaan tentang keberhasilan atau kegagalan program itu dan menyarankan agar program atau kebijakan itu lebih baik dalam melayani populasi targetnya.
    • Mengidentifikasi alasan-alasan mengapa program atau kebijakan itu dahulu dibuat seperti itu.
    • Mengidentifikasi kelompok-kelompok yang tidak terlayani oleh program atau kebijakan tersebut.
  • ________ yakni menggunakan sifat-sifat atau karakter tokoh-tokoh drama radio atau televisi untuk mengubah isu-isu dan perilaku sosial.
    • program pemantauan (monitoring program)
    • needs assessment (penilaian kebutuhan)
    • metodologi sabido
    • analisis biaya-hasil (cost-benefit analysis)
    • metodologi media

 

Informasi Pendaftaran Mahasiswa Baru UMY

© 2016 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta | Created by Biro Sistem Informasi UMY